Model Transgender Dilarang Masuk Dubai gegara Paspornya Laki-laki

 


Dubai - Model transgender asal Thailand, Rachaya Noppakaroon menceritakan pengalamannya dideportasi dari Bandara Internasional Dubai lantaran jenis kelamin di paspornya tertulis laki-laki.

Pengalaman tak menyenangkan itu terjadi ketika Noppakaroon tiba di Uni Emirat Arab (UEA) untuk berpartisipasi di Expo 2020. Di sana, ia rencananya akan tampil di acara Muay Thai.

Sayangnya, angan-angannya untuk tampil mewakili negaranya itu harus pupus lantaran status jenis kelaminnya. Noppakaroon tidak diizinkan masuk ke Dubai dan terpaksa harus pulang kembali ke Thailand

Dilansir dari Malay Mail, Kamis (24/3/2022) Noppakaroon bercerita, ia dihentikan di imigrasi dan diinterogasi di bandara selama 9 jam. Walaupun memiliki semua dokumen perjalanan yang dibutuhkan, ia tetap harus balik kanan.

Noppakaroon yang merupakan runner-up Miss Tiffany Universe 2014 itu mengungkapkan, pejabat imigrasi UEA menolaknya karena dia hidup sebagai perempuan tetapi di paspor tertulis laki-laki.

Seperti diketahui, transgender tidak diakui dan ilegal di UEA. Ini berbeda dengan di negara asal Noppakaroon.

Noppakaroon menyebut apa yang ia alami sebagai mimpi buruk ketika ia benar-benar terjaga. Ia harus duduk di ruang tunggu laki-laki dan ditanyai hal-hal yang mengganggu, seperti kemampuannya untuk memiliki anak sampai ukuran payudaranya.

Dalam kondisi tersebut, Noppakaroon berusaha untuk membuktikan identitasnya. Ia juga menunjukkan beberapa karya yang pernah ia buat.

"Tapi dia tidak terlalu peduli dan lebih tertarik pada seks," ujarnya.

Segala upaya yang ia lakukan buntu. Pada akhirnya ia tetap harus kembali ke Thailand.

Sampai saat ini, Noppakaroon masih menangis ketika mengingat pengalamannya itu. Ia masih tidak terima bahwa ia tidak dapat tampil di Expo 2020.

Sementara itu, terkait isu perubahan jenis kelamin di Thailand, meskipun hal itu diizinkan, pemerintah tidak memberikan pilihan bagi para transgender untuk mengubah jenis kelamin di dokumen resmi. "Saya berharap mereka akan melihat bahwa itu adalah sesuatu yang perlu diperbaiki," kata Noppakaroon.